Pengajuan SiS+ Ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual

Karena semua berkas untuk pendafataran ciptaan SiS+ telah lengkap dan siap untuk diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Untuk melakukan pengajuan ini team HKI menuju kantor HKI yang ada di wilayah Tanah Tinggi.

Siapa saja yang ikut melakukan perjalanan ini ? yaitu pasti ka Khanna Tiara, Dwiki Fahliandhini, PIC iDuHelp! ka Nursam anggap saja dia sebagai photographer kami, dan bapak supir kampus yang berkumis ga tau namanya siapa.

Setelah ka Khanna mendapatkan izin untuk keluar kampus pukul 08.30 WIB kita langsung menuju ke kantor HKI menggunakan mobil yang ada tulisan STMIK Raharja  yuhuuuu… kapan lagi bisa jalan-jalan pake mobil kampus hehehe 🙂

Sesampainya di kantor HKI kita langsung naik lift menuju lantai empat untuk bertemu ibu Umu Amalia. Pertama ka Khanna memberikan seluruh berkas dan ibu Amalia memeriksa ternyata masih ada berkas yang kurang yaitu :

  1. Fotocoppy KTP pencipta yang terdiri dari :  1). Ir. Untung Rahardja, M.T.I        2). Ary Budi Warsito, M.Kom           3). Prof. Dr. Hamdy Hady., DEA
  2. SK pengangkatan direktur

Bukan itu saja yang kurang tapi  untuk biaya kurang untuk uang registrasi (200.000) + uang pemeriksaan (50.000) = jadi kurangnya adalah 250.000

Pengajuan ditunggu kelengkapannya sampai hari senin dan langsung diperiksa, jika sudah lengkap, maka akan segera diajukan dan kemudian baru dapat bukti pendaftarannya pada hari selasa.

Dan selain itu kami juga melakukan pembicaraan tentang merek Perguruan Tinggi Raharja. Karena merek Perguruan Tinggi Raharja telah didaftar ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektuan. Berikut pembuktiannya :

Karena diajukannya tahun 2010 dan akan habis masa berlakunya 2020 jadi dianjurkan tahun 2019 awal sudah mengajukan kembali perpanjangan hak merek jasanya.

Selanjutnya karena merek/logo  Perguruan Tinggi Raharja sudah diajukan, ibu Amalia mengusulkan agar merek STMIK Raharja dan AMIK Raharja juga didafftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektuan agar tidak ditiru atau diambil oleh pihak lain.

                   

Untuk pengecekan status HKI ditolak sudah dikirim via email ke ibu Amalia untuk dilakukan pengecekan (untuk ambil bukti ditolak berdasarkan badan hukum) dan untuk buktinya hari selasa/rabu sudah bisa diambil karena butuh waktu dalam pencarian datanya.

Tepat pukul 11.00 WIB kami sudah sampai di kampus.

 

 

28 thoughts on “Pengajuan SiS+ Ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual

    • Iya ka Reza alhamdlillah bisa berjalan dengan baik
      Amin… semoga semuanya bisa diberi kelancaran.
      Semangat juga untuk ka Reza 😄

    • Iya ka Maya pengalaman pertama banget hal ini
      Amin…semoga bisa lancar sampai dapat sertifikatnya 😄

    • Iya Pak, ka Khanna selalu memberikan arahan tentang project HKI dengan sangat jelas. Untuk melakukan pengajuan hak cipta pada SIS+ ini memang butuh beberapa proses sampai akhirnya bisa didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Terimakasih Pak UR untuk pujiannya 😄

    • Wahhh @dwikifahliandhini dapat pujian dari pak ur
      Memang kerajinan dwiki pantas untuk mendapatkan apresiasi,
      Jadi SC ya untuk @dwikifahliandhini

  1. Wahh dwiki asik nih dapat pengalaman baru lagi bisa kunjungi kantor HKi 😀
    Semangat yaa dwiki dan ka khanna smoga segala prosesnya diberi kemudahan dan kelancaran ^_^

  2. Yang kurang :
    1. fotocopy KTP pencipta (pak ur, prof hamdi, pak ary)
    2. kurang uang registrasi (200.000) + uang pemerikanaan (50.000) = jadi kurangnya adalah 250.000
    3. SK pengangkatan direktur
    Jadi,
    pengajuan ditunggu kelengkapannya sampai hari senin dan langsung diperiksa, jika sudah lengkap, maka akan segera diajukan dan kemudian baru dapat bukti pendaftarannya pada hari selasa.

    Untuk pengecekan yang ditolak (http://haki.ilearning.me/2015/03/13/daftar-paten-ditolak/)
    sudah dikirim via email ke ibu uum untuk dilakukan pengecekan (untuk ambil bukti ditolak berdasarkan badan hukum) dan untuk buktinya hari selasa/rabu sudah bisa diambil karena butuh waktu dalam pencarian datanya.

    Saran dari ibu uum mengenai logo Perguruan Tinggi Raharja, pada tahun 2020 akan habis masa berlaku merek dagangnya, jadi dianjurkan tahun 2019 awal sudah mengajukan kembali perpanjangan hak merek jasanya.
    Dan beliau menyarankan untuk logo AMIK dan STMIK juga didaftarkan hak mereknya.

Leave a Reply