Pemahaman Mengenai Plagiat

Pengertian Plagiarism

Menurut wikipedia Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Tugas penelitian yang dirasa rumit oleh para siswa membuat banyak dari mereka melakukan kegitan plagiarism tanpa ragu-ragu. Perilaku tersebut membuat melemahnya pikiran siswa, daya kritis dan daya kreatif mereka menjadi sangat berkurang. Hal tersebut membuat pendidikan kita otomatis menjadi semakin hancur. Sebelum kita membahas lebih dalam, kita perlu mengerti tentang pengertian plagiarism itu sendiri.

Beberapa ahli menyampaikan pendapatnya mengenai arti kata plagiarism, Steven Dowshen (2011) berpendapat bahwa “Plagiarism is a form of cheating, but it’s a little complicated so a kid might do it without understanding that it’s wrong”. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti plagiarisme adalah salah satu bentuk kecurangan, tetapi hal tersebut agak rumit sehingga anak-anak bisa melakukannya tanpa memahami bahwa hal tersebut sebenarnya salah. Rumit yang disampaikan oleh Dowshen tersebut bisa dikaitkan dengan keinginan anak-anak agar terlihat bisa dimata guru lebih penting. Hal tersebut mendorong anak untuk melakukan kegiatan plagiarism.

Lalu Purwani Istiana & Purwoko (2013) dalam artikelnya menuliskan bahwa menurut kamus besar Bahasa Indonesia “Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri”. Jadi, boleh dibilang plagiat adalah suatu kejahatan mencuri karya orang lain.

Denny Saptono (2013) jdalam blog nya juga menyampaikan opininya bahwa; “Plagiarisme merupakan tindakan menjiplak, mencuri atau mengambil ide, hasil karya atau tulisan orang lain, baik seluruh, sebagian besar maupun sebagian kecil, untuk jadi ide atau karya tulisan sendiri tanpa menyebutkan nama penulis dan sumber aslinya”. Opini tersebut mempertegas mengenai kegiatan yang dilakukan oleh para plagiat untuk melakukan aksinya.

Di dalam webside http://www.fisip.uinjkt.ac.id/ juga menjelaskan tentang makna dan bentuk dari plagiarism;

“Plagiarisme didefinisikan sebagai kegiatan menjiplak atau mereproduksi karya ilmiah dengan cara meringkas, meng-copy-pasting, atau paraphrasing (mengambil ide inti suatu karya lalu dinarasikan dalam bentuk berbeda tanpa menyebutkan sumbernya dan tanpa sepengetahuan pemilik ide aslinya. Ini ditujukan untuk memberi kesan kepada penilai/pembaca bahwa karya tersebut adalah murni karyanya sendiri, meskipun sebenarnya dibangun atas ide dan metodologi milik orang lain”. (Anonim, 2009).

Dari beberapa penjelasan mengenai makna dari plagiarism di atas kita bisa menyimpulkan bahwa plagiarism adalah salah satu tindakan kriminal dengan cara mengakui karya orang lain menjadi karya kita baik sebagian besar atau kecil. Bentuk plagiarism bermacam-macam yaitu adalah memproduksi, meringkas, meng-copy-pasting, memparaphrasing, dll.

Menghindari Tindakan Plagiarisme
Beberapa upaya telah dilakukan institusi perguruan tinggi untuk menghindarikan masyarakat akademisnya, dari tindakan plagiarisme, sengaja maupun tidak sengaja. Berikut ini, pencegahan dan berbagai bentuk pengawasan yang dilakukan antara lain (Permen Diknas No. 17 Tahun 2010 Pasal 7):

Karya mahasiswa (skripsi, tesis dan disertasi) dilampiri dengan surat pernyataan dari yang bersangkutan, yang menyatakan bahwa karya ilmiah tersebut tidak mengandung unsur plagiat.
Pimpinan Perguruan Tinggi berkewajiban mengunggah semua karya ilmiah yang dihasilkan di lingkungan perguruan tingginya, seperti portal Garuda atau portal lain yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi.
Sosialisasi terkait dengan UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 dan Permendiknas No. 17 Tahun 2010 kepada seluruh masyarakat akademis.
Selain bentuk pencegahan yang telah disebutkan di atas, sebagaimana ditulis dalam http://writing.mit.edu/wcc/avoidingplagiarism, ada langkah yang harus diperhatikan untuk mencegah atau menghindarkan kita dari plagiarisme, yaitu melakukan pengutipan dan/atau melakukan paraphrase.

1. Pengutipan
Menggunakan dua tanda kutip, jika mengambil langsung satu kalimat, dengan menyebutkan sumbernya.
Menuliskan daftar pustaka, atas karya yang dirujuk, dengan baik dan benar. Yang dimaksud adalah sesuai panduan yang ditetapkan masing-masing institusi dalam penulisan daftar pustaka.

2. Paraphrase
Melakukan parafrase dengan tetap menyebutkan sumbernya. Parafrase adalah mengungkapkan ide/gagasan orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri, tanpa merubah maksud atau makna ide/gagasan dengan tetap menyebutkan sumbernya.
Selain dua hal di atas, untuk menghindari plagiarisme, kita dapat menggunakan beberapa aplikasi pendukung antiplagiarisme baik yang berbayar maupun gratis. Misalnya:

Menggunakan alat/aplikasi pendeteksi plagiarisme. Misalnya: Turnitin, Wcopyfind, dan sebagainya.
Penggunaan aplikasi Zotero, Endnote dan aplikasi sejenis untuk pengelolaan sitiran dan daftar pustaka.

Sanksi Plagiarisme
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengatur sanksi bagi orang yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi dilingkungan akademik. Sanksi tersebut adalah sebagai berikut (Pasal 70):

Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2010 telah mengatur sanksi bagi mahasiswa yang melakukan tindakan plagiat. Jika terbukti melakukan plagiasi maka seorang mahasiswa akan memperoleh sanksi sebagai berikut:

Teguran
1. Peringatan tertulis
2. Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
3. Pembatalan nilai
4. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
5. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
6. Pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan.

Karena Widuri bisa untuk media penyimpanan laporan KKP/TA/Skripsi pada Perguruan Tinggi Raharja,
Artikel pada sistem Widuri, apalagi artikel ini merupakan laporan KKP/TA/Skripsi yang jika telah selesai melewati tahap sidang komprehensif serta revisi laporan, harus dapat dilindungi oleh Administrator sistem dari perubahan-perubahan kembali oleh penulisnya maupun oleh pengguna lain. Namun hal ini belum dapat dilakukan oleh sistem Widuri. Karena sistem menyediakan perlindungan artikel untuk semua pengguna di Widuri. Sehingga perlindungan terhadap laporan KKP/TA/Skripsi menjadi tidak aman karena laporan tersebut dapat dilakukan perubahan oleh pengguna lain, walaupun rekam jejak pada setiap perubahan dan siapa pengguna yang telah merubahnya dapat terlihat pada fitur History. Karena hal ini dikhawatirkan akan memunculkan suatu permasalahan, akibat tidak adanya kontrol atas laporan yang telah selesai dipertanggungjawabkan, maka diperlukan suatu pemecahan masalah untuk menanggapi hal ini.

Jadi jika TA/Skripsi yang kita buat pada Widuri terbukti hasil dari plagiat maka kita akan mendapatkan sanksi seperti di atas. Dan Raharja telah memiliki jasa scan plagiat yang tersedia di airzone yaitu trial.

4 thoughts on “Pemahaman Mengenai Plagiat

Leave a Reply