Hak Cipta

Hak cipta menurut rumusan ini dapat dijadikan objek hak milik. Hal ini dapat disimpulkan dari rumusan Pasal 2 UUHC, yang berbunyi : hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keberadaan UUHC memang diperuntukkan khusus untuk melindungi hak bagi mereka yang telah menghasilkan karya-karya yang berasal dari pengungkapan (ekspresi) intelaktualitas (intangible), dan bukannya yang bersifat kebendaan (tangible), apabila yang belum berwujud apa-apa seperti ide-ide informasi dan lain sebagainya tersebut dengan batasan waktu tertentu. ( Sumber pada link ini )

Prinsip dalam membedakan perlindungan Hak Cipta dengan perlindungan dengan Perlindungan Hak Atas Kekayaan Intelektual lainnya adalah bahwa hak cipta melindungi karya sastra (literary works) dan karya seni (artistic works) dengan segala bentuk perkembangannya di dunia ini. Sebagai contoh karya sastra berupa buku pelajaran , teks, lagu, tulisan, dan lain-lain, sedangkan karya seni berupa lagu / music, tarian, lukisan, dan lain-lain.

Hak cipta (copy rights) dan hak-hak yang berkaitan (neighboring rights) yang terdiri antara lain :

  1. Karya-karya tulis
  2. karya-karya musik
  3. Rekaman suara
  4. Pertunjukan pemusik, aktor, dan  penyanyi

( Sumber pada link ini )

Beberapa contoh sertifikat Hak Cipta, untuk mengetahui lebih jelasnya silakan klik gambarnya :

 

 

Contoh Hak Cipta yang sudah dimiliki kampus Raharja :

 

1 thought on “Hak Cipta

Leave a Reply